Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Monday, January 24, 2011

i am sam

hola guys, kali ini gue mau review film yang baru saja gue tonton tanpa sengaja. pilemnya sih udah lama banget sekitar tahun 2001, maklum aja gue nontonnya di channel tv HBO yang you-know-lah pilemnya "agak" basi. tapi gue rasa banyak yang belum nonton, yah karena filemnya ngga booming2 amat kayanya (i guess).

I am Sam adalah film keluarga yang touching banget menurut gue secara gue mewek berkali-kali :p. bercerita tentang kehidupan Sam yang memiliki keterbelakangan mental dan lucy putrinya yang dipisahkan darinya karena dianggap tidak bisa mendidik lucy dengan baik, serta Rita, pengacara yang (pada akhirnya) mau membantu Sam mendapatkan lucy. Kalau mau tau lebih lanjut, googling sendiri aja ya sinopsisnya atau langsung nonton aja deh (niat ga sih gue nge-review?? hha). biar lo pada penasaran guys (serasa promosi ya gue?)

you know what? Sam named his daughter from the beatles' song and look at the picture below, so beatles, did it?

Look for the girl with the sun in her eyes,
And she's gone.
Lucy in the sky with diamonds

-the beatles-

adegan waktu sam, lucy, dan sam's friends (yg "retard" juga but they're so nice)
baru membeli sepatu pertama lucy yg mau masuk sekolah
adegan ini bikin gue ketawa plus nangis. asli!

Sean Penn pemeran Sam bener-bener "cacat"di film ini. Tampang "autis"nya, cara ngomongnya, cara ketawanya, pokonya pas banget. sampe-sampe gue berpikir kalau dia itu beneran cacat in his real life. ternyata setelah gue googling (niat bgt ya gue) he's handsome and of course not retarded at all hha. Dakota fanning yang meranin Lucy juga manis banget. so, just watch it and feel it! gue aja pengen nunggu replay nya lg di HBO kemaren ngga puas nangisnya karena nonton bareng keluarga haha cacat!

Thursday, March 4, 2010

end of the story

buat yang suka film korea, aku kasih referensi film yg bisa kalian tonton. judulnya sad movie. base film nya masih tentang cinta lah ya, tapi bukan yang melulu cinta dengan segala romantismenya. kalau aku bilang sih, dari 4 cerita di dalamnya semuanya menunjukkan bagaimana kita bisa merelakan orang yang disayang. udah bisa ketebak kalau ceritanya bakalan sad ending. kenapa harus ada akhir yang sedih ya? kenapa ngga kaya penutup di cerita dongeng yg selalu "...and they live happily ever after". jawabannya so simple, karena kita tidak sedang hidup di negeri dongeng *menghela nafas. ya cukup segitu aja ya referensinya, nanti kalau kepanjangan saya jadi sok-sok berfilsafat kan elo juga yang males bacanya (geer bgt ada yg baca hahahaha)
happy watching!